Video

Peluncuran Penjaminan Kredit Modal Kerja UMKM Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional

Dibaca: 12 Oleh 08 Jul 2020Tidak ada komentar
#LuhutPandjaitan #LBP

Saya melihat kontraksi ekonomi yang dialami setiap negara akibat pandemi memang hal yang tidak bisa dibantah, dan sudah pasti di Indonesia yang terdampak paling parah adalah sektor UMKM yang menyumbang 70% konsumsi domestik di tanah air. Mereka bukan hanya sekedar pelaku usaha terbanyak, tetapi juga tulang punggung perekonomian negara. Untuk itulah pemerintah meluncurkan program Pemulihan Ekonomi Nasional yang berfokus untuk mendukung dan melindungi dunia usaha, terutama sektor mikro, kecil, dan menengah dari kontraksi ekonomi akibat pandemi.

Perlu diketahui bersama bahwa pemerintah telah menggelontorkan dana Rp 123,46 Triliun rupiah untuk diberikan kepada UMKM. Dan di hari ini, saya bersama jajaran kementerian terkait meluncurkan Penjaminan Kredit Modal Kerja UMKM Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional, yang nilainya bisa mencapai Rp 100 Triliun. Dalam program ini, UMKM akan dijamin kreditnya bahkan jika kredit mereka sampai Rp 10 Miliar. Premi penjaminan kredit macetnya akan dibayar oleh pemerintah dan dijamin oleh Jamkrindo dan Askrindo yang sebelumnya sudah diberi PMN sebesar Rp 6 Triliun sehingga mereka memiliki kemampuan modal untuk meng-cover resiko tersebut, ini semua dilakukan agar UMKM mampu bergerak kembali. Sedangkan untuk pinjaman modal, pemerintah akan melakukan restrukturisasi agar pinjaman pokoknya tidak perlu dibayarkan selama 6 bulan, semakin kecil pinjaman mereka, subsidi bunga akan semakin kecil, yaitu 2-3% saja. Sesudah restrukturisasi pinjaman, UMKM akan diberikan kredit modal kerja baru yang preminya akan dibayarkan oleh pemerintah lewat Jamkrindo dan Askrindo. Tidak hanya itu, pajak UMKM pun akan ditanggung oleh pemerintah. Terakhir dan yang tak kalah penting, pemerintah akan meletakkan dana di perbankan sebanyak Rp 78,8 Triliun. Supaya dana murah dari pemerintah bisa digabungkan dengan dana perbankan untuk memberikan kredit modal kerja dengan bunga yang relatif lebih murah.

Baca juga:  Industri Rumahan Indonesia Jadi Tuan di Negerinya Sendiri

Saya memperhatikan selama satu bulan ke belakang, pemerintah mendorong banyak sekali UMKM untuk go-online agar bisa memperluas jaringan pemasaran produk dan usaha mereka lewat gerakanĀ #BanggaBuatanIndonesia yang digagas oleh lintas kementerian dan lembaga terkait. Saat ini ada 8 juta UMKM yang sudah masuk ke dalam e-commerce besar yang ada di Indonesia, dan dalam 5 minggu terakhir ada penambahan lebih dari 500 ribu UMKM. Saya melihat ini adalah satu langkah yang sangat bagus karena ada semangat dari para pelaku UMKM untuk menggerakkan usaha mereka kembali. Saya berharap semangat para pelaku UMKM ini juga dapat menginspirasi kita di jajaran kementerian dan lembaga terkait untuk mempercepat jalannya program ini, tanpa menghilangkan governance yang baik sehingga ada integrasi dan kerja sama yang solid dalam proses pelaksanaannya. Saya ingin program ini bisa diperpanjang sampai tahun 2021 mendatang dengan harapan 60 juta UMKM yang tersebar di seluruh Indonesia, baik dari PMN Mekar, ultra mikro, bank wakaf, dan sebagainya bisa mulai melakukan langkah produktif tanpa melupakan protokol kesehatan yang masih berlaku. Sehingga perekonomian kita bisa bergerak dan nanti di kuartal ketiga, perekonomian Indonesia bisa bangkit, tidak lagi berada di zona kontraksi. Karena saya percaya bahwa inilah keinginan semua masyarakat Indonesia, seperti hal nya keinginan Presiden Joko Widodo yaitu melihat perekonomian negeri tercinta kita bersama ini bisa segera bangkit, kesempatan kerja bisa tercipta, angka kemiskinan bisa turun, dan kesejahteraan masyarakat semakin meningkat.

Baca juga:  Selamat berjuang kawan-kawan tenaga medis! Perjuangan ikhlasmu adalah harapan hidup kami!

Terkait

Author Tim Media LBP

More posts by Tim Media LBP
Made with passion by Vicky Ezra Imanuel