Gagasan

Mudik Dengan Menerapkan Social Distancing

Dibaca: 16 Oleh 06 Apr 2020April 15th, 2020Tidak ada komentar
Mudik Dengan Menerapkan Social Distancing
#LuhutPandjaitan #LBP

LBP – Bagi rakyat Indonesia, tak terkecuali saya sendiri, mudik bukan hanya sekedar rutinitas tahunan, tetapi juga tradisi yang punya makna mendalam soal memperkokoh hubungan keluarga. Namun, akhir-akhir ini kita semua dihadapkan pada ujian berbentuk pandemi COVID-19 yang tidak hanya dialami oleh bumi pertiwi saja, tetapi juga dua ratus tujuh negara di berbagai belahan dunia. Karena hal inilah, pemerintah masih terus melakukan kajian dan dengar pendapat dari banyak pakar terkait opsi arus mudik 2020 agar COVID-19 tidak merebak lebih luas lagi di negeri yang kita cintai ini.

Dalam kesempatan yang beragendakan “public hearing” yang dimulai hari ini sampai dengan beberapa hari kedepan, saya berdiskusi dan mendengar banyak sekali masukkan bersama pakar dari berbagai disiplin ilmu seperti transportasi, sosiologi, hukum, ekonomi, dan tidak terkecuali pakar medis dan kesehatan.

Saya ingin kebijakan yang kami ambil nantinya adalah kebijakan yang paling banyak manfaatnya dan sedikit mudharatnya bagi seluruh rakyat Indonesia. Saya memahami betapa mudik ini adalah sebuah kebutuhan bagi beberapa orang, apalagi bagi anak rantau karena saya pun juga mengalaminya.

Baca juga:  Memulihkan Kembali Harapan Hidup Masyarakat Indonesia di tengah Pandemi

Tetapi satu hal yang saya ingin sampaikan bahwa saat ini yang jauh lebih penting untuk kita lakukan bersama adalah saling menjaga satu sama lain, karena COVID-19 ini tidak kenal latar belakang sosial maupun dari mana kita berasal. Kita semua berpeluang terinfeksi sampai hasil tes membuktikan bahwa kita negatif, untuk itu saya mengajak masyarakat untuk tidak mudik demi keselamatan kita bersama karena COVID-19 ini penularannya berpotensi merebak cukup tinggi dan cepat jika kita berada di kerumunan orang.

Saya sebagai bagian dari pemangku kebijakan dan Ad Interim Menteri Perhubungan akan terus mengimbau kepada masyarakat untuk tidak berada di kerumunan seperti di angkutan umum yang berisi banyak orang di saat mudik nanti. Karena semakin sering dan lama kita berada di kerumunan, semakin tinggi potensi penularan COVID-19 kepada banyak orang dan tak terkecuali kita pun juga bisa tertular di perjalanan, atau bahkan menularkannya jika kita mudik dan tiba di kampung halaman. Mengingat adanya temuan orang tanpa gejala namun dia berkeadaan Positif COVID-19.

Baca juga:  Melawan Covid-19 dengan Kebijakan yang Tepat

Untuk itulah saya dan lintas kementerian terkait yang berkepentingan dalam membuat kebijakan terkait mudik sedang merumuskan pedoman dan petunjuk teknis pengendalian mudik 2020 agar kegiatan mudik tidak berakibat pada peningkatan dan perluasan wabah COVID-19 di Indonesia.

Beberapa kebijakan umum yang sedang kita kaji adalah kampanye bahaya mudik dan penegasan sikap pemerintah, larangan mudik untuk ASN,TNI/Polri, pegawai BUMN dan BUMD beserta keluarga, serta pemberian insentif bagi masyarakat rentan seperti pekerja sektor informal dan semua yang memaksakan mudik tahun ini akan dianggap sebagai ODP (Orang Dalam Pemantauan) dan akan diawasi oleh Pemda setempat selama 14 hari.

Kebijakan-kebijakan tersebut nantinya akan dirangkum dalam sebuah buku khusus pedoman dan petunjuk teknis pengendalian mudik yang juga berisi persyaratan dan teknis pelaksanaan mudik dari daerah asal dan ke daerah tujuan. Penyusunan buku pedoman ini tentu masih dalam tahap kajian untuk saat ini, mengingat banyak dinamika pertimbangan berupa kajian dan “insight” dari para pakar, kementerian, dan lembaga terkait aturan mudik ini demi merumuskan satu aturan yang menyeluruh untuk keselamatan seluruh rakyat Indonesia.

Baca juga:  Kita Kuat Karena Bersatu

Pedoman ini nantinya pun tidak serta merta menjadi keputusan pemerintah yang tidak bisa dirubah, sejatinya dinamika COVID-19 ini berkembang sangat cepat sekali. Pemerintah bisa saja ditengah-tengah melakukan pelarangan mudik seluruhnya pada saat proses berjalannya kebijakan ini. Presiden Joko Widodo dalam arahannya tadi akan melihat evaluasi 2-3 minggu kedepan kebijakan ini akan diberlakukan.

Di akhir saya mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk berpikir kebaikan bagi semua. Perasaan bahagia dan hangat kala berkumpul dengan keluarga memang tidak dapat tergantikan dengan apapun, dengan semangat itulah mari kita sama-sama saling menjaga satu sama lain dengan menerapkan pembatasan sosial dan fisik di setiap tempat dan kondisi demi adanya kesempatan indah ini di lain hari nanti sembari kita terus berupaya untuk menjaga kesehatan, serta bepergianlah jika memang sangat mendesak, dan jangan bepergian dan berkumpul jika kondisi sebaliknya. Saya mengakui badai pandemi ini tidak mudah, namun Pemerintah akan terus mengupayakan kebijakan yang terbaik untuk keselamatan dan kesehatan seluruh masyarakat Indonesia.

Terkait

Author Tim Media LBP

More posts by Tim Media LBP
Made with passion by Vicky Ezra Imanuel