Gagasan

Mewujudkan Mimpi Beroperasinya Bandara Dhoho Kediri

Dibaca: 41 Oleh 15 Apr 2020April 16th, 2020Tidak ada komentar
Mewujudkan Mimpi Beroperasinya Bandara Dhoho Kediri
#LuhutPandjaitan #LBP

LBP – Wilayah “Mataraman” di Jawa Timur selalu membawa cerita indah tersendiri untuk saya. Di tempat inilah, dua puluh lima tahun yang lalu, saya ditugaskan menjadi Komandan Korem 081/Dhirotsaha Jaya di Kota Madiun hingga meraih prestasi sebagai Komandan Korem Terbaik di Indonesia saat itu. Kenangan indah di Mataraman juga saya dapatkan bersama masyarakatnya, yang saya kenal dan tahu, sangat ramah, santun, dan selalu menjaga nilai-nilai luhur adat-istiadat kebudayaan mereka, hingga sekarang.

Belum lagi cerita soal makanan seperti Alpukat dan Pecel disana yang begitu saya rindukan. Cerita indah itu juga masih berlanjut hingga hari ini tepatnya, ketika Bandara Dhoho yang berlokasi di Kabupaten Kediri akan dilakukan pencanangan pembangunan secara virtual untuk pertama kalinya mengingat situasi pandemi Covid-19 kali ini.

Pembangunan Bandara Dhoho Kediri yang pencanangannya saya resmikan secara virtual ini, membawa banyak cerita unik dalam proses perjalanannya hingga saat ini. Bupati Kediri Ibu Haryanti Sutrisno bercerita kepada saya bahwa jalan panjang memang harus ditempuh, untuk mewujudkan cita-cita besar Kabupaten Kediri yang ingin punya Bandara sejak 13 tahun silam.

Berkaca pada Kabupaten Malang dengan Bandara Abdul Rachman Saleh yang setiap hari punya 14 rute penerbangan dari dan menuju Malang, maka jika Kabupaten Kediri punya Bandara, jumlah rute penerbangan akan bisa lebih banyak lagi, mengingat Kabupaten-Kabupaten lain di sekitar Kediri seperti Tulungagung, Blitar, Trenggalek, Madiun, Ngawi, Pacitan, Ponorogo, Nganjuk, dan Magetan, bisa memanfaatkan Bandara ini.

Baca juga:  Menyongsong Ibu Kota Baru

Karena seperti yang kita ketahui bersama, wilayah kantung Jawa Timur atau Mataraman saat ini hanya punya akses transportasi berupa rangkaian kereta api dan bus antar kota saja. Dengan adanya Bandara Dhoho di Kabupaten Kediri, maka akan membuka alternatif jalur transportasi yang cepat dari dan ke wilayah Mataraman dan dengan perkiraan mampu menyerap 1,5 juta penumpang setiap tahunnya.

Bandara Dhoho Kediri adalah proyek bandara pertama di Indonesia yang dibangun dengan 100 persen dana investasi swasta, yaitu PT Surya Dhoho Investama, yang merupakan bagian dari anak perusahaan Gudang Garam dengan menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) khusus.

Kementerian Perhubungan memberikan hak konsesi pengelolaan Bandara Kediri kepada Gudang Garam dengan PT Angkasa Pura I sebagai pengelola operasionalnya, sembari menunggu perjanjian Kontrak Operasi (KSO) untuk pembentukan Badan Usaha Bandar Udara (BUBU). Ada satu cerita yang menurut saya berkesan, yaitu cita-cita dan harapan dari PT Gudang Garam sebagai pendana sekaligus penanggung jawab proyek pembangunan bandara.

Baca juga:  Indonesia sebagai "Surga-nya Investasi"

Direktur PT Gudang Garam, Bapak Istata Taswin Siddharta menceritakan harapannya kepada saya bahwa dirinya ingin bandara ini dapat berkontribusi dalam upaya mempercepat pembangunan dan pengembangan daerah Kediri dan wilayah sekitar Mataraman. Bapak Taswin mengatakan kepada saya bahwa pembangunan bandara Dhoho Bandara Dhoho yang berdiri di atas lahan seluas 400 hektare ini adalah investasi jangka panjang secara nasional dari PT Gudang Garam yang dipersembahkan khusus untuk pengembangan masyarakat di Kabupaten Kediri.

Perlu semua ketahui bahwa beberapa wilayah di Mataraman adalah daerah dengan penyumbang TKI terbesar di Indonesia seperti Blitar dan Ponorogo. Untuk itulah, saya harap dengan adanya Bandara Dhoho Kediri ini, para pahlawan devisa Indonesia akan semakin mudah untuk mudik ke kampung halaman mereka tanpa harus berlama-lama menempuh perjalanan dari Jakarta.

Bandara Dhoho akan diproyeksikan sebagai bandara internasional ke depannya, sehingga dengan berbagai manfaat inilah akhirnya Presiden Joko Widodo menyetujui dan memasukkan Bandara Dhoho Kediri sebagai salah satu Proyek Strategis Nasional yang pengerjaannya akan dilakukan selama dua tahun dari sekarang. Fakta penting lain yang kiranya semua perlu tahu yaitu beberapa Pondok Pesantren terbaik di negeri ini ada di Kabupaten Kediri, seperti PP Lirboyo dan PP Darul Ma’rifat Gontor 3, yang kita kenal banyak menghasilkan santri-santri dan ulama-ulama terbaik kebanggan Indonesia.

Baca juga:  Bersiap Menghadapi Era Kebangkitan Industri di Indonesia

Dengan adanya Bandara Dhoho di Kediri, para santri yang hendak meneruskan studi mereka ke Universitas ternama di luar negeri bisa semakin mudah keberangkatannya. Selain itu saya juga ingin Bandara Dhoho Kediri ini bisa diperuntukkan bagi keperluan ibadah haji dan umroh, sehingga para jamaah haji yang berasal dari wilayah Mataraman tidak harus menuju Surabaya terlebih dahulu untuk berangkat ke tanah suci Mekkah, karena di Kediri sudah ada Bandara Internasional.

Ke depan saya berharap pembangunan Bandara Dhoho ini bisa selesai tepat pada waktunya mengingat banyak manfaat yang akan didapat oleh masyarakat Kabupaten Kediri dan wilayah Mataraman lainnya. Sehingga sesuai namanya, Dhoho, yang diambil dari kata “Dahanaputra” yang berarti “Kota Api”, Bandara Dhoho di Kabupaten Kediri mampu menggelorakan roda perekonomian masyarakat wilayah Mataraman khususnya di sektor industri, kuliner dan pariwisata yang akan membawa dampak signifikan bagi peningkatan taraf hidup masyarakat di Kabupaten Kediri dan Kabupaten lain di sekitarnya.

Terkait

Author Tim Media LBP

More posts by Tim Media LBP
Made with passion by Vicky Ezra Imanuel