Gagasan

Menyambung Konektivitas Daerah

Dibaca: 10 Oleh 12 Mar 2020Maret 17th, 2020Tidak ada komentar
Menyambung Konektivitas Daerah
#LuhutPandjaitan #LBP

LBP – Jika saya ditanya bagaimana cara paling sederhana mensyukuri nikmat Tuhan YME, jawaban saya adalah dengan menjaga dan merawat titipan Tuhan YME sebaik-baiknya. Seperti yang saya sampaikan kepada jajaran Pemerintah daerah dan Kementerian terkait perihal pengembangan potensi destinasi wisata di Aceh Singkil, dalam kesempatan kunjungan kerja saya kesana beberapa hari yang lalu.

Kunjungan saya kali ini ke Kabupaten Aceh Singkil begitu spesial karena sebelum keberangkatan saya kesana, saya bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan satu hal yang saya tangkap dari pesan Presiden untuk masyarakat Aceh Singkil adalah beliau sangat perhatian terhadap Aceh.

Mungkin karena beliau punya kenangan tersendiri pernah menjalani bulan madunya selama 2 tahun di Aceh sambil bekerja di pedalaman Aceh. Dan komitmen beliau terhadap rakyatnya selalu luar biasa sejak awal saya mengenal beliau sampai 12 tahun lebih lamanya, beliau tak pernah memikirkan dirinya sendiri sehingga beliau pun menitipkan salam khusus kepada masyarakat Aceh agar selalu rukun dan kompak.

Baca juga:  Kebijakan Untuk Generasi Masa Depan Indonesia

Perlu semuanya ketahui bahwa Aceh Singkil adalah Kabupaten di Provinsi Nanggroe Aceh Darusalam yang posisinya tidak jauh dari Danau Toba yang ada di Provinsi Sumatera Utara. Saat kunjungan saya kesana, saya melihat bahwa Kabupaten Aceh Singkil memiliki posisi strategis dan sangat potensial untuk pengembangan sektor pariwisata. Terutama karena letak Aceh Singkil yang terpaut tidak begitu jauh dari Danau Toba, Sumatera Utara. Salah satu destinasi wisata super prioritas yang telah ditetapkan.

Dari atas heli Basarnas yang saya tumpangi, saya amati selain pemandangan alamnya yang indah berupa pantai pasir putihnya, Aceh Singkil juga ternyata punya banyak sekali potensi “carbon credit” seperti hutan bakau Rawa Singkil, lahan gambut, sumber air, dan berbagai macam fauna. Melihat kenyataan ini, saya berkeinginan untuk membenahi infrastruktur terutama akses jalan menuju kesana karena selama ini jika kita hendak mencapai Aceh Singkil, hanya ada dua jalur yang bisa ditempuh yaitu jalur darat yang memakan waktu 6 sampai 7 jam, dan jalur laut.

Baca juga:  Persaudaraan Bangsa Harus Kita Utamakan

Saya sampaikan keinginan saya untuk membuka akses jalur udara di Bandara Syeikh Hamzah Fansuri kepada Dirjen Perhubungan Udara agar Kementerian Perhubungan bisa memulai rencana perpanjangan landasan dari 1200 meter ke paling tidak 2000 meter, agar pesawat seperti ATR dan Bombardier bisa mendarat di sana sehingga bisa membuka akses Kualanamu-Singkil-Nias, Silangit-Singkil, Singkil-Banda Aceh, Singkil-Jakarta, Kualanamu-Singkil-Simelue.

Tidak hanya itu, saya juga berjanji kepada Pemprov Nanggroe Aceh, Pemkab Aceh Singkil dan beberapa tokoh masyarakat disana untuk juga mendukung pembangunan “jetty” dan pengerukan alur pelayaran Danau Anak Laut, serta peningkatan status pelabuhan perikanan Anak Laut sehingga dengan maksimalnya dermaga yang ada nantinya, kapal-kapal besar bisa mudah masuk bersandar di pelabuhan Anak Laut, sebagai pengembangan sektor perikanan Aceh Singkil.

Saya berharap pembangunan akses jalur destinasi wisata di Indonesia seluruhnya kita bangun secara terintegrasi. Artinya, ada kerjasama yang baik antara pemerintah dan dukungan penuh dari masyarakat setempat. Saya sampaikan kepada para tokoh masyarakat disana keinginan saya agar masyarakat juga ramah terhadap para wisatawan serta ikut serta menjaga kebersihan lingkungan dengan mulai dari hal yang kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan.

Baca juga:  Indonesia Mandiri dan Tidak Bergantung pada Negara Asing

Sementara, kami sebagai pemerintah akan terus berusaha untuk membangun konektivitas antar destinasi wisata satu dengan yang lainnya agar para wisatawan betah berlama-lama karena mereka punya banyak pilihan alternatif berwisata tanpa harus khawatir tentang akses jalurnya. Sehingga di kemudian hari, para wisatawan tahu bahwa hanya ada satu pilihan destinasi wisata dengan “paket lengkap” yang panorama alamnya indah, lingkungannya bersih, dan aksesnya mudah, dan itu hanya ada di Indonesia.

Terkait

Author Tim Media LBP

More posts by Tim Media LBP
Made with passion by Vicky Ezra Imanuel