Artikel

Menko Luhut Sebut Penanganan Pandemi Menunjukkan Tren Positif

Menko Luhut Sebut Penanganan Pandemi Menunjukkan Tren Positif
#LuhutPandjaitan #LBP

Penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia melalui strategi PPKM pada tingkat kabupaten dan kota di setiap provinsi semakin menunjukkan hasil yang positif. Hal ini terlihat dari terus menurunnya kasus Covid-19 di Indonesia.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan selaku Koordinator PPKM Jawa-Bali mengatakan, khusus untuk wilayah Jawa-Bali terjadi penurunan kasus hingga berada di bawah angka 2.000 kasus dan kasus aktif sudah lebih rendah dari 60.000. 

Selain itu, berdasarkan data dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), angka reproduksi efektif Indonesia untuk pertama kalinya selama pandemi berada di bawah 1, yakni sebesar 0,98. Angka ini berarti setiap 1 kasus Covid-19 secara rata-rata menularkan ke 0,98 orang, atau jumlah kasus akan terus berkurang.

“Berbagai capaian tersebut tentu harus kita syukuri. Namun jangan hanyut dalam Euforia. Risiko peningkatan kasus masih tinggi dan dapat terjadi sewaktu-waktu,” ujar Menko Luhut secara virtual pada hari Senin (20/9).

Soal capaian positif ini, Menko Luhut memastikan bahwa tidak ada lagi kabupaten atau kota yang berada di level 4 untuk wilayah Jawa-Bali. Namun, ia mengingatkan resiko naiknya kasus Covid-19 masih tetap ada. 

“Risiko peningkatan kasus masih tinggi dan dapat terjadi sewaktu-waktu. Salah satu risiko berasal dari Luar Negeri, terutama melihat masih tingginya kasus Covid-19 di negara-negara tetangga. Kita tidak ingin lagi kecolongan lolosnya varian baru, seperti varian Mu dan Lambda, masuk ke Indonesia,” ujar Menko Luhut. 

Pemerintah pun akan membatasi pintu masuk perjalanan internasional ke Indonesia dan memperketat proses karantina bagi warga negara asing maupun warga negara Indonesia yang datang dari LN. 

“Khusus untuk pintu masuk udara hanya dibuka di Jakarta dan Manado, untuk laut hanya di Batam dan Tanjung Pinang dan untuk jalur darat hanya dibuka di Aruk, Entikong, Nunukan dan Motaain,” jelas Menko Luhut. 

Selain itu, proses karantina bagi WNA dan WNI dari luar negeri juga dijalankan dengan ketat tanpa terkecuali dengan waktu karantina 8 hari dan melakukan PCR sebanyak 3 kali. Hal lainnya adalah meningkatkan kapasitas karantina dan testing, terutama di pintu masuk darat dengan bantuan dari TNI dan Polri yang bekerja sama dari waktu ke waktu.

“Kuncinya yaitu, menahan gelombang baru adalah mengendalikan jumlah kasus pada masa strolling (ketika kasus sedang rendah). Saya yakin kita bisa mengendalikan kasus pada angka tersebut dan kuncinya adalah vaksinasi, 3T, 3M, serta Penggunaan Peduli Lindungi,” pungkasnya.

 

Author Tim Media LBP

More posts by Tim Media LBP
Made with passion by Vicky Ezra Imanuel