Artikel

Menko Luhut Pantau Perkembangan Food Estate dan TSTH Pollung di Humbang Hasundutan

Oleh 01 Sep 2021September 3rd, 2021Tidak ada komentar
Menko Luhut Pantau Perkembangan Food Estate dan TSTH Pollung di Humbang Hasundutan
#LuhutPandjaitan #LBP

Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja untuk melihat perkembangan kawasan Lumbung Pangan atau Food Estate serta Taman Sains dan Teknologi Herbal (TSTH) Pollung di Kabupaten Humbang Hasundutan, Provinsi Sumatera Utara pada hari Rabu, 1 September 2021.

Menko Luhut mengatakan bahwa food estate ini sudah berjalan dengan baik dan tertata secara optimal. Pasalnya, proses perencanaan hingga implementasi lumbung pangan ini melibatkan dan dirancang oleh para ahli di bidangnya sehingga terencana dengan baik pula.

“Kita harus membuat team work yang bagus. Jadi ahlinya harus diberdayakan supaya hasilnya baik,” ujar Menko Luhut.

Dalam kunjungannya, Menko Luhut berdialog langsung dengan para petani guna memperoleh informasi tentang kemajuan maupun kendala yang dihadapi selama ini. Ia mengatakan, hingga akhir 2021 ini diperkirakan sudah ada 1.000 hektar lahan yang sudah tergarap atau dikerjakan.

“Ini peluang yang tidak pernah terjadi. Jadi sekarang pemerintah mendorong, jangan sampai hilang kesempatan ini untuk membuat masa depan keluargamu (lebih baik). Jadi petani jangan kecil hati, percaya kepada pemerintah kalau ada masalah lapor kepada saya,” ujar Menko Luhut.

Menko Luhut juga mengatakan bahwa pengalaman di Pulau Jawa dalam membuat perencanaan yang baik dan terukur seperti sektor pertanian juga bisa dicontoh dan diimplementasikan di daerah, termasuk pada food estate dan TSTH yang ada di Sumatera Utara.

Ia menyampaikan bahwa apa yang dilakukan pemerintah saat ini semata-mata tujuannya untuk membantu masyarakat dan hasilnya bisa dinikmati oleh rakyat sesuai dengan perintah Presiden Joko Widodo.

“Kami menyiapkan, supaya rakyat itu bisa menikmati. Ujung-ujungnya semua kepada rakyat, bapak ibu sekalian pemilik lahan, saya terus terang sampaikan pemerintah memberikan yang terbaik kepada kalian,” ujarnya.

Penghasilan yang diperoleh para petani di kawasan lumbung pangan di Humbang Hasundutan ini terbilang besar. Untuk satu hektar lahan yang ditanami, hasil panen bisa mencapai 20 ton dan nilai ekonominya cukup tinggi. Namun hal ini dipandang masih belum maksimal, sehingga pemerintah berusaha untuk membantu meningkatkan penghasilan para petani tersebut.

“Ini yang ingin kita proteksi, Presiden minta supaya petani-petani tidak dirugikan oleh tengkulak-tengkulak. Kalau lahan sudah 2 kali ditanami itu hasilnya bisa 30 ton per hektar dari benih lokal, sekarang kami mau mengembangkan benih yang lebih bagus,” ujar Menko Luhut.

Selain itu, Menko Luhut meminta para petani untuk bekerja keras dalam mengolah lahan sehingga hasil yang diperoleh menjadi lebih banyak dan maksimal. Hasil tersebut diharapkan dapat membuat taraf hidup petani menjadi lebih baik dan sejahtera seiring perjalanan waktu.

Author Tim Media LBP

More posts by Tim Media LBP
Made with passion by Vicky Ezra Imanuel