Gagasan

Menggerakkan Ekonomi Lewat Belanja Produk Dalam Negeri

Menggerakkan Ekonomi Lewat Belanja Produk Dalam Negeri
#LuhutPandjaitan #LBP

Sebagai seorang prajurit, bulan Agustus selalu memiliki kenangan tersendiri. Itulah yang mendasari ketika kemarin memimpin Rakor Gerakan #BanggaBuatanIndonesia bersama jajaran K/L terkait, saya dilaporkan bahwa tanggal 17 Agustus 2020 nanti akan dijadikan momen untuk peluncuran dua program besar pemerintah dalam rangka mendorong perekonomian Indonesia melalui UMKM. Hal ini dilakukan sebagai langkah stimulus ekonomi untuk percepatan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Gerakan Bangga Buatan Indonesia ini sudah menjangkau tambahan hingga 1,4 juta unit UMKM yang masuk kedalam platform online, artinya 70% lebih dari target 2 juta UMKM tercapai. Maka dari itulah, dalam rangka momen 75 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, sebagai bagian dari pemerintah, saya rasa perlu untuk memberikan program stimulus tambahan bagi masyarakat sebagai konsumen untuk berbelanja produk dalam negeri buatan UMKM/IKM kita sehingga bisa menciptakan efek berganda bagi perekonomian nasional yang menurut laporan BPS, pertumbuhannya minus 5%. Program ini nantinya akan memberikan potongan berupa cashback maksimal hingga Rp 750 ribu per konsumen. Jumlah stimulus “cashback” yang diberikan pemerintah Indonesia lebih besar dari jumlah stimulus negara-negara lain, semisal Thailand yang hanya memberikan 1000 Baht atau setara dengan Rp 469 ribu kepada sepuluh juta warganya lewat aplikasi dompet digital, dan Inggris yang menawarkan potongan harga hingga 10 Poundsterling atau setara Rp 190 ribu bagi mereka yang makan di gerai restoran manapun. Total stimulus bagi masyarakat yang disiapkan ini akan berjumlah sebesar Rp 7,6 Triliun.

Saya pun merasa senang pada kesempatan Rakor kali ini karena sebelumnya, para pengusaha jarang sekali bisa berbicara dengan para pemangku kepentingan. Dan sekarang pemerintah dapat mendengar semua yang diinginkan para pengusaha dan pelaku bisnis UMKM agar realisasinya lebih cepat. Saya sampaikan pandangan dan gagasan saya terkait program ini adalah kesempatan edukasi kepada seluruh masyarakat Indonesia untuk masuk ke era “digitalisasi”, di mana seluruh aktivitas kita ke depan akan berorientasi pada ekosistem digital. Untuk itulah stimulus ini saya peruntukkan kepada para konsumen yang berbelanja lewat transaksi “non-cash” baik itu via bank ataupun dompet digital, dan tentunya harus berbelanja produk UMKM dalam negeri, bukan produk buatan luar negeri dan pastinya para konsumen berbelanja lewat seluruh platform ekonomi digital yang sudah dikenal di Indonesia. Saya tekankan kepada jajaran kementerian terkait untuk benar-benar memperhatikan hal ini, karena sejalan dengan harapan Presiden Joko Widodo yang ingin agar daya beli masyarakat bisa kembali bergerak terhadap produk lokal sehingga bisa berdampak pada perbaikan roda perekonomian Indonesia.

Saya merasa bahwa pandemi dan pelemahan ekonomi ini adalah tantangan dan ujian kita bersama, untuk itu perlu dicari jalan keluar masalahnya bersama-sama pula. Presiden Joko Widodo sudah berkali-kali mengingatkan belanja ini harus turun ke bawah dengan benar, sehingga peluncuran program ini nantinya akan membawa optimisme yang memberikan efek domino yang baik dalam penciptaan dan inovasi produk-produk dalam negeri. Dengan demikian, akan banyak bertumbuh usaha-usaha baru dan tercipta lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya bagi masyarakat Indonesia. Seperti harapan kita seluruh masyarakat Indonesia di momen peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia ke-75 tahun ini, Indonesia Maju.

Terkait

Author Tim Media LBP

More posts by Tim Media LBP
Made with passion by Vicky Ezra Imanuel