Artikel

Luhut Dorong Konsep Investasi Hijau untuk Papua dan Papua Barat

Dibaca: 15 Oleh 28 Feb 2020Tidak ada komentar
Luhut Dorong Konsep Investasi Hijau untuk Papua dan Papua Barat
#LuhutPandjaitan #LBP

LBP – Sorong, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mendorong konsep investasi hijau dan ramah lingkungan di Papua dan Papua Barat. Menko Luhut mengatakan, konsep ini sesuai diterapkan di Papua dan Papua Barat yang memiliki sumber daya alam yang melimpah.

“Berkaitan dengan modal alam yang melimpah di Papua dan Papua Barat, investasi hijau dalam memanfaatkan sumber daya alam dengan tetap mempertahankan keberlanjutan akan menjadi skema yang tepat untuk mempromosikan pembangunan Papua dan Papua Barat,” ujar Menko Luhut dalam forum High Level Meeting on Green Investment For Papua and West Papua di Sorong, Kamis (27/02/2020).

Menko Luhut menjelaskan, konsep tersebut pada tahap awalnya akan menyasar sektor pertanian dan perikanan Papua dan Papua Barat yang berpotensi untuk diekspor. Di samping itu, sektor ekowisata juga didorong dalam konsep investasi hijau ini.

“Kami memiliki komoditas yang siap ditingkatkan dan dikembangkan seperti kakao, kopi Arabika, dan pala. Kami juga memiliki rumput laut dan kopi Robusta yang tumbuh baik di Papua, serta budaya, lingkungan, laut di Papua yang menawarkan banyak peluang untuk ekowisata,” terangnya.

Baca juga:  Luhut Optimis Ibu Kota Baru Akan Ramah Lingkungan

Menko Luhut mengharapkan, konsep investasi ramah lingkungan yang akan diterapkan di Papua dan Papua Barat dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Bumi Cendrawasih. “Jadi dengan adanya investasi, masyarakat akan memulai kegiatan ekonomi. Perekonomian alam tumbuh dan orang bisa mendapatkan manfaat sosial darinya,” imbuhnya.

Dikatakan Menko Luhut, untuk mengoptimalkan modal alam yang dimiliki, pemerintah berkomitmen untuk melindungi, melestarikan, dan mengelola ekosistem Papua dan Papua Barat secara berkelanjutan. Menurutnya, komitmen pemerintah ditunjukkan melalui pengembangan prakarsa pembangunan rendah karbon, moratorium konsesi perkebunan kelapa sawit, hingga moraturium konsesi hutan alam primer dan lahan gambut.

“Hutan dan ekosistem Papua dan Papua Barat perlu dijaga agar tetap utuh. Pemerintah akan memberikan kerangka kebijakan sementara pelaku bisnis perlu menyediakan investasi dan dukungan. Kolaborasi ini hanya dapat dilakukan secara efektif jika pemerintah daerah, masyarakat, kelompok adat, bisnis lokal, kelompok agama dan organisasi masyarakat sipil dapat bekerja bersama dan saling mendukung,” jelas Menko Luhut.

Ibukota Alami Dunia

Selain itu, Menko Luhut mengutarakan bahwa “Indonesia adalah ibukota alami dunia’. Ia menjelaskan, Indonesia merupakan rumah bagi hutan hujan terbesar ketiga di dunia dengan luas kawasan hutan yang tercatat sekitar 125,9 juta hektar atau sekitar 63,7 persen dari luas daratan Indonesia. Lebih lanjut, kata Menko Luhut, 15 persen dari semua spesies di bumi dapat ditemukan di Indonesia yang merupakan negara dengan keanekaragaman hayati laut paling banyak di dunia.

Baca juga:  Mewujudkan Peradaban Baru yang Berkelanjutan

Kemudian, lanjut Menko Luhut, potensi hutan bakau Indonesia mencapai 3 juta hektar yang merupakan sepertiga dari cadangan karbon pesisir global. Hal itu merupakan sebuah potensi yang dapat dikelola dalam rangka berkontribusi terhadap penanganan perubahan iklim dunia.

“Indonesia memiliki wilayah karbon terkaya di dunia, kita memiliki sekitar 75 persen-80 persen karbon kredit dunia,” kata Menko Luhut.

Menko Luhut menerangkan, stok karbon di Indonesia padat dan tidak tergantikan. Artinya, sekali hilang tidak dapat dipulihkan dalam kerangka waktu yang berarti dan akan mengurangi anggaran karbon global. ”Hilangnya karbon yang tidak dapat dipulihkan dalam sumber daya alam ini, terutama lahan gambut, hutan bakau dan hutan tropis yang utuh akan mewakili debit permanen pada sisa karbon global,” ujarnya.

Pemerintah Indonesia, menurut Menko Luhut, menyadari potensi negara yang memiliki modal alam dunia tersebut. Oleh karena itu, pemerintah sangat serius berkomitmen mendukung peta jalan dan segala infrastrukturnya dalam rangka mencapai tujuan Presiden Republik Indonesia dalam mengembangkan ekonomi berkelanjutan yang sejahtera dan adil di Indonesia untuk memacu pertumbuhan ekonomi yang secara sosial dan inklusif terhadap lingkungan.

Baca juga:  Luhut Ingin Ilmuwan Muda RI di Luar Negeri Bantu Teknologi Nasional

Menurut Menko Luhut, Presiden Joko Widodo sangat menyukai program Kredit Karbon sehingga bermanfaat bagi Indonesia. Ditegaskan olehnya bahwa Indonesia akan mengambil peran penting bagi penanganan perubahan iklim dunia dan pembangunan yang berkelanjutan.

“Presiden kita senang bahwa sektor swasta dapat terlibat dalam masalah ini dan masyarakat kolaborasi masyarakat, tetapi dia ingin mengingatkan semua pemangku kepentingan untuk tetap berada di koridor yang telah ditentukan, untuk menjaga transparansi, semua demi kebaikan planet kita,” ungkapnya.

Untuk diketahui, pertemuan tingkat tinggi Investasi Hijau dan juga dihadiri oleh Menteri Pertanian, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah, Kepala BKPM, Gubernur Papua Barat, Wakil Gubernur Papua, Wakil Menteri Parekraf, dan Deputi Kementerian Koodinator Perekonomian.

 

Tim Media LBP

Terkait

Author Tim Media LBP

More posts by Tim Media LBP
Made with passion by Vicky Ezra Imanuel