Gagasan

Lelaki yang Paling Beruntung Di Dunia

Dibaca: 27 Oleh 16 Okt 2020Tidak ada komentar
Lelaki yang Paling Beruntung Di Dunia
#LuhutPandjaitan #LBP
Hari ini, 71 tahun yang lalu wanita yang saya cintai dilahirkan ke dunia. Biasanya di momen hari ulang tahun istri saya seperti hari ini, kami sekeluarga berkumpul bersama-sama untuk merayakan hari ulang tahunnya, namun di tahun ini saya harus menahan sebentar rasa rindu saya karena masih berada di karantina setelah perjalanan tugas dari Tiongkok dan belum bisa menemui nya untuk sekedar memberikan pelukan hangat. Saya hanya bisa menuliskan pesan ini sembari menatap ke jendela tempat karantina dan membayangkan wajah yang tetap cantik meskipun semburat rambut putih nya semakin banyak. Satu hal yang selalu saya ingat tentang istri saya adalah bagaimana saya jatuh cinta sejak pertama kali saya bertemu dengannya di Bandung tahun 1965. Jika saya ingat kembali masa-masa itu, entah hal apa yang paling saya cintai dari perempuan yang sudah mendampingi sampai saat ini. Apakah karena gaun hitam plus hiasan bunga merah yang ia kenakan saat perjumpaan pertama kami di acara KAPI, ataukah karena kecerdasannya mengingat dia adalah lulusan Sarjana dari Universitas Indonesia. Tapi satu hal yang pasti bahwa saya adalah laki-laki yang paling beruntung karena mendapatkan istri yang tidak hanya cerdas dan cantik, tetapi juga punya hati yang begitu ikhlas.
Sejak menikah di tanggal 27 November 1971, dan akhirnya dikaruniai 4 orang anak. Saya paham bahwa tidak pernah mudah menjadi istri seorang prajurit TNI yang sering bertugas ke luar daerah. Maka dari itu, melihat anak-anak dan cucu-cucu saya tumbuh dengan baik, membuat saya merasa berhutang pada istri saya . Seorang yang cantik dan juga cerdas, yang rela mengorbankan cita-cita pribadinya demi mendidik anak-anak dan menjaga keluarga. Saya merasa selalu berhutang kepada istri saya bahkan sampai sekarang. Sebagai anak seorang Menteri di zaman Presiden Soekarno, meninggalkan segala kenyamanan hidupnya tentu bukanlah hal yang mudah, tapi semua itu ia lakukan dengan ikhlas dan tanpa sedikitpun mengeluh.
Bagi saya, Devi Pandjaitan Br Simatupang, adalah Devi yang sama yang saya kenal 50 tahun yang lalu, Dia tetap teman bicara saya yang terbaik, perempuan yang selalu percaya kepada saya, selalu mendukung dan memahami apapun tugas yang diberikan kepada saya. Hingga saya selalu membatin bahwa apapun pencapaian saya hingga saat ini, tidak lepas dari doa dan pengorbanan yang dilakukan istri saya. Saya pernah berjanji padanya bahwa selepas saya selesai bertugas di 2024 nanti, saya tidak akan menjabat lagi karena saya berpikir sudah waktunya saya menikmati hidup dengan fokus mengurus Yayasan Del, cita-cita hidup kami. Sekaligus saya ingin memberikan contoh bahwa sebagai pejabat negara, jika sudah purna tugas alangkah lebih baiknya menikmati hidup dan tidak ikut mengurusi apapun yang bukan tanggung jawab kita lagi. Karena saya percaya bahwa semua yang di bawah langit ada waktunya, dan jika sesuatu memang ditakdirkan untuk tidak lagi menjadi milik kita, mengapa kita harus terus mengejarnya?
Harapan saya semoga istri saya selalu sehat, tetap Bahagia bersama saya sehingga kami bisa merayakan hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-50, tahun depan.
Selamat Ulang Tahun Istriku, I’m so Lucky to Have You.
Baca juga:  Menyongsong Era Kemajuan Industri Otomotif Tanah Air

Terkait

Author Tim Media LBP

More posts by Tim Media LBP
Made with passion by Vicky Ezra Imanuel