Gagasan

Kunci Keberhasilan Negosiasi adalah Komunikasi yang Baik.

Dibaca: 11 Oleh 16 Jul 2020Tidak ada komentar
Lapangan Kerja Terbuka Lewat Relokasi dan Ekspansi Industri
#LuhutPandjaitan #LBP

Saya mengibaratkan hubungan antar negara tak ubahnya seperti sesama saudara. Saling mendukung di situasi apapun. Dan layaknya saudara, perlu saling berkomunikasi dan berbincang untuk mempererat hubungan tersebut. Seperti perbincangan yang saya lakukan hari ini dengan kawan saya, Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang, Mr. Kajiyama Hiroshi. Meskipun hari ini adalah perbincangan kami kali pertama, rasa persaudaraan itu sangat akrab saya rasakan karena perbincangan ini saya lakukan bersama Menteri Perindustrian, Bapak Agus Gumiwang Kartasasmita, dan Bapak Tri Purnajaya, KUAI (Kuasa Usaha Ad Interim) Kepala Perwakilan RI Tokyo. Saya berpendapat bahwa hubungan yang sangat baik antara Jepang dan Indonesia hari ini, merupakan hasil kerja keras dan upaya dalam waktu yang cukup lama dari berbagai pihak, baik Indonesia maupun Jepang.

Keakraban saya dan Mr. Kajiyama rasanya muncul juga karena kami berdua punya tujuan yang sama, yaitu membendung laju penyebaran COVID-19 dan mendorong pemulihan ekonomi. Saya sampaikan bahwa Jepang adalah mitra strategis Indonesia dalam berinvestasi, dan saat itu saya merasa percaya diri ketika menyampaikan keinginan saya terkait relokasi investasi dan ekspansi perusahaan ke Indonesia, karena Indonesia merupakan negara dengan pemulihan ekonomi tercepat setelah Tiongkok. Terlebih lagi, di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo, Indonesia akan memastikan kemudahan berbisnis lewat Omnibus Law dan Labour Law bagi investor tak hanya dari Jepang, tetapi dari negara lain seperti Amerika Serikat, China, dan lainnya. Saya juga menjelaskan kesiapan Indonesia dalam mengakselerasi pengembangan Kawasan Industri Batang seluas 4,000 hektar untuk keperluan relokasi investasi dan ekspansi usaha tersebut sehingga tidak ada lagi keraguan dari para investor terkait iklim dan keberlangsungan investasi di Indonesia. Kawasan Industri ini akan berdiri di lahan yang dimiliki oleh Pemerintah dengan lokasi strategis serta infrastruktur yang terintegrasi, para investor hanya menyewa saja. Bak gayung bersambut, Mr. Kajiyama menyambut positif dan berharap kami memfasilitasi investasi tersebut. Saya kemudian berfikir jika kelak Kawasan Industri ini beroperasi, maka akan semakin banyak lapangan pekerjaan yang bisa terserap bagi masyarakat Indonesia, khususnya penduduk sekitar wilayah Batang.

Baca juga:  Indonesia sebagai "Surga-nya Investasi"

Menutup perbincangan, saya menyampaikan dua harapan saya kepada Mr. Kajiyama selaku bagian dari Pemerintah Jepang, Pertama ; untuk mendukung sertifikasi ISPO bagi produk utama CPO dan turunannya dari Indonesia, seperti cangkang sawit agar bisa di ekspor ke Jepang. Karena hal ini banyak berhubungan dengan UMKM Indonesia. Kedua ; untuk membantu Indonesia sebagai “hub” ekspor produk otomotif di Kawasan, karena saat ini Indonesia telah memiliki Free Trade Agreement (FTA) dengan ASEAN, Australia dan Korea Selatan, dan Indonesia terus dorong penyelesaian berbagai negosiasi FTA. Di hadapan saya dan jajaran kementerian terkait Mr. Kajiyama pun menyambut positif hal ini dan akan berbicara dengan para pejabat pemerintah Jepang tentang dua hal ini. Saya berharap video call saya dengan Mr. Kajiyama seperti ini bisa dilakukan sekali dalam beberapa bulan agar semakin mengakrabkan hubungan kemitraan strategis antara Indonesia dan Jepang sehingga pemulihan perekonomian Indonesia dan permasalahan pandemi COVID-19 bisa kita lakukan bersama-sama.

Author Tim Media LBP

More posts by Tim Media LBP
Made with passion by Vicky Ezra Imanuel