Artikel

Kehadiran Industri Hilirisasi Nikel Bantu Pergerakan Ekonomi Maluku Utara

Oleh 23 Jun 2021Juni 28th, 2021Tidak ada komentar
Kehadiran Industri Hilirisasi Nikel Bantu Pergerakan Ekonomi Maluku Utara
#LuhutPandjaitan #LBP

Kehadiran Industri Hilirisasi Nikel Bantu Pergerakan Ekonomi Maluku Utara

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa Maluku Utara merupakan salah satu dari empat provinsi di Indonesia yang tidak mengalami kontraksi ekonomi sebagai dampak dari pandemi Covid-19.

Menurutnya, pergerakan ekonomi masyarakat terbantu dengan adanya industri hilirisasi nikel yang meningkatkan investasi di Maluku Utara. Salah satunya ialah PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) yang berada di Halmahera Tengah.

“Saya kira pertumbuhan ekonomi ini salah satu dari empat kota di Indonesia yang tidak tidak kontraksi. Pertumbuhan di sini 7 persen. Padahal secara nasional kita masih minus nol koma sekian persen. Artinya keberadaan pabrik ini memberikan manfaat buat daerah,” ujar Menko Luhut saat berkunjung ke Kawasan Industri Weda Bay, Halmahera Tengah, Maluku Utara, Selasa (22/6/2021).

Menko Luhut juga mengatakan bahwa lapangan kerja akan terbuka luas. Saat ini sudah ada sekitar 23.000 pegawai dan akan terus bertambah ke depannya. Ia memprediksi total pegawai di Kawasan Industri tersebut akan mencapai 32.000 pada tahun 2024.

“Kalau nanti pengembangan lagi sampai kepada turunan lithium baterai, saya kira jumlah pegawai itu akan bisa hampir dua kali lipat dari situ. Nah, akibatnya apa? itu jumlah penduduk daerah ini kan cuman 70.000, jadi sampai anak-anak yang baru lahir pun tidak cukup untuk tenaga kerja di sini,” terangnya.

Selain itu, ada juga perusahan smelter nikel di Halmahera Selatan, tepatnya Pulau Obi, serta Halmahera Timur. Melihat hal tersebut, Menko Luhut mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di Malut akan semakin meningkat pada 2024, di mana saat itu Indonesia akan menjadi salah satu produsen lithium baterai terbesar di dunia. 

“Di mana nanti pakai pakai hydropower sehingga pakai green energy, dan itu akan diminati oleh banyak negara terutama di Eropa yang mereka pada tahun 2030 sudah tinggal menggunakan 15% fosil energi. Jadi kita memainkan peran strategis ke depan,” ujarnya.

Author Tim Media LBP

More posts by Tim Media LBP
Made with passion by Vicky Ezra Imanuel