NASA MENGANGKUT EKSPERIMEN ANAK INDONESIA

oleh administrator | 24 Maret 2016 05:19

judul berita

SIARAN PERS

Pada harI Rabu 23 Maret pukul 11:05 pagi waktu Indonesai, roket Atlas 5, yang membawa dua perangkat eksperimen ilmiah yang disiapkan oleh siswa-siswa Indonesia, telah diluncurkan dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat. Roket tersebut meluncur menuju orbit pada ketinggian sekitar 400 km (low earth orbit).

Perangkat eksperimen di angkut menggunakan Cygnus cargo frighter tersebut disiapkan oleh team siswa SMA Unggul Del di Laguboti, Sumatera Utara adalah eksperimen untuk mempelajari pertumbuhan ragi (yeast) di luar angkasa dalam kondisi near-zero gravity. Ini merupakan eksperimen pendahuluan sebelum meneliti "how to grow tempe in space".

Eksperimen kedua, dipersiapkan oleh team siswa gabungan beberap SMA di Jakarta, Bandung dan Jayapura untuk mempelajari pertumbuhan padi di luar angkasa (how to grow rice in space). 

Kedua kelompok siswa ini menyiapkan perangkat eksperimen dalam bentuk micro-lab selama enam bulan dan pada bulan Januari lalu berhasil lolos flight test NASA yang ketat dan dinyatakan boleh diluncurkan ke International Space Station, 

Dalam hitungan menit, rocket Atlas menggendong Cygnus menuju orbit ISS. Beberapa hari kemudian akan mengarahkan Cygnus sampai tiba docking/rendezvous tepat dengan ISS.  Para astronot yang sedang tinggal di ISS akan memindahkan perangkat eksperimen tersebut ke Nanoracks, suatu fasilitas penelitian di US National Lab di dalam ISS. 

Stasiun angkasa luar ISS ini jika diletakkan di Bumi, bentangannya mencapai seluas lapangan sepak bola.  ISS yang mengorbit dengan kecepatan 8 km/detik dan mengitari Bumi 15-16 kali dalam 24 jam ini dihuni oleh beberapa astronot yang berasal dari beberapa negara yang tinggal bergantian selama beberapa bulan.

Perangkat micro-lab yang dirancang oleh para siswa SMA tersebut dilengkapi dengan kamera digital, sensor, dan  micro-controller, sehingga pertumbuhan ragi dan padi selama eksperimen berlangsung dapat diamati dari Bumi atau di manapun asalkan terhubung dengan Internet, dengan mengunduh foto-foto dari micro-lab yang dipancarkan dari ISS ke Bumi.

Beberapa hari dari sekarang, para siswa di Laguboti dan di Jakarta/Bandung/Jayapura tersebut akan bisa mengamati dan mencatat hasil eksperimen mereka. Para siswa SMA Indonesia  tersebut sudah mendapat undangan untuk mempresentasikan hasil penelitian mereka di Annual Conference of the American Society for Gravitational and Space Research di Washington DC dalam bulan November 2016.

Yang membanggakan, bahwa penelitian ilmiah yang dilakukan di luar angkasa yang pertama kali dari Indonesia justru dilakukan oleh para peneliti belia yang masih duduk di bangku SMA. Harapan kami, hal ini bisa menjadi awal  kebangkitan sains dan teknologi di Indonesia.

Peluncuran misi OA-6 dapat disaksikan langsung melalui video streaming di situs https://spaceflightnow.com atauhttps://www.nasa.gov/multimedia/nasatv pada pukul 11:05 Rabu pagi waktu Jakarta.  Siaran langsung akan dimulai satu jam sebelumnya, mulai jam 10 pagi waktu Jakarta.

Untuk informasi lebih lanjut:

J W Saputro

Indonesia Space Research Group

sap@saputro.id

Team Ragi (SMA Unggul Del, Laguboti, Sumatera Utara):  Anisa Auvira, Freddy Simanjuntak, Gilbert Nadapdap, Gomos Manalu, Hagai Sinulingga, Jonatan Daniel, Joy Gultom, Junita Sirait, Martin Siahaan, Rudini Silitonga.  Pembimbing:  Arini Desianti Pratiwi, Elin Bawekes, Riza Muhida, Yalun Arifin, Ichsan

Team Padi: Anatsya Womsiwor (SMAN 1 Sentani), Bennett J. Krisno (SMA Pelita Harapan Lippo Village), Bob Kaway (SMA Advent Doyo Baru), Derrick Harianto (Binus School Simprug), Gisella Austine (SMA Pelita Harapan Lippo Village), Jason Reysan (SMA BPK Penabur 2 Bandung), Marie Felicia Surya (SMA Pelita Harapan Lippo Village), Natasha Harianto (Binus Schoolj Simprug), Stefince Irene Cendrawasih (SMAN 1 Sentani), Tithus Lamek Yewi (SMA Advent Doyo Baru).  Pembimbing: Syailendra Harahap