Artikel

Luhut Ingin Ilmuwan Muda RI di Luar Negeri Bantu Teknologi Nasional

Dibaca: 14 Oleh 14 Feb 2020Februari 18th, 2020Tidak ada komentar
Ke Amerika, Menko Luhut Ingin Ilmuwan Muda Luar Negeri Bantu Teknologi Nasional
#LuhutPandjaitan #LBP

LBP – Washington DC, Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan bahwa peran dan kontribusi ilmuwan-ilmuwan muda Indonesia di luar negeri sangat dibutuhkan untuk membantu teknologi nasional dan program hilirisasi.

“Indonesia saat ini banyak dilirik oleh negara-negara lain, dalam program hilirisasi maupun membantu memajukan teknologi nasional dalam banyak bidang, seperti kelapa sawit, nikel, dan masih banyak lagi. Akibatnya ekonomi kita itu tidak cepat pertumbuhannya karena tidak ada nilai tambah. Jadi sekarang kita sedang menggalakkan penggunaan TKDN dan hilirisasi agar ada nilai tambahnya,” kata Menko Luhut saat melakukan makan malam bersama tiga peneliti muda dari Indonesia yang bermukim di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (13/2/2020).

Menko Luhut menginginkan, para ilmuwan yang sukses di luar negeri bisa kembali ke Indonesia untuk menjadi bagian dari program ini agar negara tidak tertinggal dari negara lain. Sebab, berdasarkan pengalamannya, pemberdayaan teknologi dalam negeri kerap dihambat negara-negara maju.

“Pengalaman saya berhubungan dengan negara-negara maju, hilirisasi dan pemberdayaan teknologi dalam negeri ini malah banyak mendapat hambatan dari para negara-negara maju itu. Seperti kasus sawit dan pelarangan ekspor nikel,” jelasnya.

Baca juga:  Bangsa Indonesia Harus Jadi Tuan di Negerinya Sendiri

Lanjut Menko Luhut, para ilmuwan ini bisa juga menerapkan ilmunya pada pembangunan ibu kota baru. Sebab, akan lebih bagus lagi jika pembangunan ibu kota baru melibatkan ilmuwan-ilmuwan dalam negeri.

Diketahui, para ilmuwan yang bertemu dengan Menko Luhut adalah Oki Gunawan, 43 tahun, seorang peneliti senior IBM yang menyelesaikan studi S3 nya di Universitas Princeton dan memperlihatkan hasil penemuan terbarunya yaitu alat sensor gempa. Oki telah memiliki paten dan telah sukses menciptakan rumus baru dalam ilmu fisika.

Kemudian, yang kedua adalah Jonathan Mailoa, yang masih berusia 30 tahun, lulusan S3 dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) melakukan penelitian di bidang lithium baterai. Terakhir, Rezi Pradipta, 37 tahun, yang juga lulus S3 dari MIT yang sekarang menjadi dosen dan peneliti di Boston College. Rezi saat ini sedang melakukan penelitian di cuaca antariksa, ia sedang melakukan penelitian bersama LAPAN Bandung.

Pada acara makan malam tersebut hadir pula Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate dan Wakil Menteri Luar Negeri Mahendra Siregar.

Baca juga:  Soal Mobil Listrik, Menko Luhut: Semua Harus Untung

 

Tim Media LBP

Terkait

Author Tim Media LBP

More posts by Tim Media LBP
Made with passion by Vicky Ezra Imanuel